Selasa, 28 April 2026

Long Time No See (Life Update)

 Hi everyone!

Wow, it's been a really, really long time since I updated this blog.

Post terakhirku itu tahun 2017, dan sekarang sudah 2026! Hampir 10 tahun aku meninggalkan blog ini!

Sebenarnya blog ini lumutan bukan tanpa alasan. Aku sibuk sama kehidupan IRL, lalu ada satu dan lain hal yang akhirnya membuatku lebih nyaman ngepost di sosmed-ku yang lain. 

Aku memutuskan untuk update lagi di blog ini karena rasanya aku butuh ruang untuk menulis. Sudah lama sekali aku tidak menulis sampai rasanya lupa betapa asyiknya kegiatan ini.

Ok, jadi sedikit life update dulu. Dulu saat aku mengurus blog ini, aku masih single, dan sekarang aku sudah bertransformasi menjadi ibu-ibu beranak satu. X'D

Dulu juga aku masih seorang guru honorer dengan gaji yang imut, sekarang alhamdulillah sudah diangkat menjadi guru PPPK dengan gaji yang... yah, cukup lah ya untuk mengarungi kehidupan ini. #ceilah

Oh iya, aku menikah dengan suamiku yang dulu masih pacar (sering aku sebut di blog ini, wkwk). Dia WNA Jepang, tapi sekarang dia sedang mempertimbangkan dengan serius untuk menjadi WNI. Ketika para WNI sibuk ngepost #kaburajadulu, ini suamiku malah dengan kesadaran penuh ingin ganti kewarganegaraan menjadi WNI, haha. Memang, rumput sebelah itu selalu terlihat lebih hijau ya. Kalau kita sebagai warga Indonesia banyak yang kagum dengan kehidupan di Jepang, eh orang Jepangnya malah lebih nyaman tinggal di Indonesia dengan segala kurang dan lebihnya. ^^

Keputusan dia ingin menjadi WNI tentunya tidak ujug-ujug sih. Sejak lama dia merasa tidak cocok dengan kultur kerja di Jepang dan dia juga ingin menghabiskan masa tuanya di Indonesia. Sekarang kami masih LDM (Long Distance Marriage) karena pekerjaanku dan pekerjaan dia nggak bisa ditinggalkan. Untuk bisa tinggal bersama, salah satu harus berkorban, dan sepertinya suamikulah yang memilih untuk berkorban. Karena status kewarganegaraan asingnya, dia tidak bebas tinggal dan bekerja di mana saja. Setiap tahun harus berurusan dengan petugas imigrasi, dan karena kami tinggalnya misah, jadinya aku juga tidak bisa memberikan dukungan maksimal ketika dia sedang pusing sama urusan imigrasi. Jujur, rasanya sedih sih ketika harus tinggal berjauhan gini. Apalagi anak kami yang baru berumur 4 tahun itu perlu banget kasih sayang ayahnya. Mengurus anak sendiri, meskipun ditemani oleh mamaku, tetap berat rasanya. Momen ketika suamiku datang sebulan sekali (atau kadang sebulan dua kali kalau waktunya memungkinkan) itu jadi momen yang ditunggu-tunggu anak kami.

Proses untuk menjadi WNI ini juga cukup membuat pikiran pusing sampai sulit tidur, karena ternyata buanyaaak sekali dokumen yang harus disiapkan. Suami sudah tanya-tanya sama agen yang menawarkan jasa pindah kewarganegaraan, ternyata mereka minta 100 juta. Sebuah nominal yang cukup fantastis buatku. Di pikiranku, lebih baik uang segitu ditabung buat umroh atau biaya pendidikan anak :'D

Setelah aku mencari informasi sana-sini, ternyata juga suami belum bisa pindah kewarganegaraan dalam waktu dekat, karena masa berlaku KITAP-nya kurang dari setahun. FYI, untuk mengurus pewarganegaraan itu kami harus mengajukan SKIM (Surat Keterangan Keimigrasian), yang salah satu syaratnya adalah masa berlaku paspor minimal tersisa 2 tahun dan masa berlaku KITAP minimal tersisa 1 tahun. Paspor suami berakhir Januari 2028 dan KITAP-nya berakhir Januari 2027, yang berarti suami harus memperbaharui dulu paspor dan KITAP-nya sebelum mengajukan permohonan naturalisasi menjadi WNI.

Ini adalah salah satu motivasiku untuk menulis blog lagi. Aku ingin mendokumentasikan proses naturalisasi suamiku dari WNA Jepang menjadi WNI, sekaligus mungkin sharing cerita-cerita random dalam kehidupan sehari-hariku. Aku bukan orang yang mudah untuk berbicara di depan kamera, jadi rasanya menulis blog seperti ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa berbagi pengalaman sekaligus menyimpan memori untuk dikenang lagi di masa depan. Untuk review make up dan skin care, maybe nanti aku juga akan meluangkan waktu untuk membuat postingan-nya lagi (kalau ada mood-nya).

Mungkin segitu aja sedikit life update dariku, kita sambung lagi kapan-kapan ya. Aku nggak yakin masih ada yang membaca blog-ku sih sebenarnya. X'D Tapi see you in the next post~ (^0^)/

Rabu, 15 Maret 2017

Going to Japan? Yes!

Halo pembaca sekalian. Semoga masih ada yang baca blog yang sepertinya sudah banyak dihiasi sarang laba-laba ini (saking udah lama nggak di-update, wkwk)

Kali ini aku nggak akan membahas make up dulu, tapi aku akan membahas rencanaku untuk pergi ke Jepang tepat di bulan ini, mulai dari tanggal 26 Maret sampai 1 April 2017 ^^
Aku akan pergi dengan Satoshi (my bf) dan menemui keluarganya sekaligus jalan-jalan~ yay!

Untuk bisa pergi ke Jepang ini membutuhkan perencanaan yang sangat matang, bahkan persiapannya pun sudah aku lakukan dari Desember tahun 2016 dengan memperbaharui pasporku menjadi E-Paspor. Ini adalah salah satu syarat yang penting supaya kita mendapatkan visa waiver, yang artinya kita bisa mengunjungi Jepang tanpa membayar visa! Tentu saja visa gratis ini hanya berlaku selama 15 hari dan kalau jumlah hari kunjungan kita lebih dari itu kita tetap harus apply visa ke Kedubes Jepang ya :)
Dan ini adalah E-Pasporku yang baru~ bersandingan dengan paspor lama :D



Pergi ke Jepang ini bisa dibilang adalah salah satu bucket list-ku, which is aku sudah bermimpi bisa pergi ke sana sejak aku masih anak ingusan, haha. Kenapa aku bisa sangat terobsesi dengan Jepang? Tentu saja karena sejak kecil aku sudah dicekoki dengan anime dan manga Jepang. Dan bisa dibilang aku tidak akan menjadi aku yang sekarang jika dulu aku nggak menghabiskan hari Mingguku dengan nonton anime di tv dan baca manga. Walau sudah sedewasa ini pun aku masih hobi nonton anime dan baca manga. Salah banget kalau orang menganggap anime dan komik itu hanya untuk anak kecil. Faktanya banyak kok judul-judul anime dan komik yang bisa dinikmati oleh semua umur, bahkan khusus ditujukan untuk orang dewasa. :) #uhuk

Mengetahui kalau mimpiku akan menjadi kenyataan dalam hitungan hari membuat aku excited sekaligus gugup. Apalagi aku harus memperkenalkan diri ke keluarga Satoshi menggunakan bahasa Jepang. FYI, bahasa Jepangku itu pas-pasan banget. Aku nggak pernah kursus bahasa Jepang. Aku cuma belajar kosakata bahasa Jepang dari manga dan anime plus latihan sama Satoshi dan Sophia, rekan kerjaku yang bisa berbahasa Inggris, Jepang dan Mandarin X'D
I have my finger crossed for speaking Nihongo!

Pergi ke Jepang di bulan Maret, tentunya adalah waktu yang pas untuk menikmati musim semi. Aku sudah sangat lama menyukai bunga sakura dan berharap bisa melihat bunga cantik ini secara langsung. Mudah-mudahan ketika aku di sana, pohon-pohonnya sudah bermekaran ya~ >w<
Oh iya, untuk itinerary selama 7 hari aku berada di Jepang, bisa dilihat di bawah ini:

26 Maret: Bandara Soekarno-Hatta - Narita Airport
27 Maret: Kamakura dan Yokohama
28 Maret: Osaka
29 Maret: Naik Shinkansen ke Kyoto
30 Maret: Jalan-jalan di Kyoto dan kembali ke Tokyo
31 Maret: Akihabara, Ginza, dan Harajuku
1 April:  Narita Airport - Soetta

Fyuh, banyak juga ya tempat yang akan aku kunjungi. Harus nyiapin stamina banget ini mah, soalnya orang Jepang itu suka banget jalan kaki dan pernyataan kalau orang Jepang jalannya cepat itu adalah fakta, bukan isapan jempol belaka! Kalau kita jalannya lelet, udah deh ketinggalan. =_=;
Aku akan membuat report post kalau aku sudah kembali dari sana. Bisa tentang tempatnya, makanannya, budayanya, hal-hal unik yang aku temui, dan lain-lain. Kalau sempat, kayaknya aku juga mau bikin live report di Instagram deh. :D
Yang ingin kepo, yuk melipir ke akun IG-ku (@iluy.iluy), jangan lupa follow yaaa~
Dan buat yang pernah ke Jepang, boleh dong bagi-bagi tipsnya buat aku yang masih newbie ini :'D
Meskipun aku ditemani sama bf-ku yang notabene emang orang asli sana, tapi kan pengen tau juga tips ala orang Indonesianya, hehehe. :D
Bagi yang punya impian sama denganku, aku doakan semoga impiannya untuk pergi ke Jepang bisa segera terkabul, aamiin. Untuk penyemangat, di akhir post ini aku lampirkan beberapa foto bunga sakura yang cantik banget ^^ Foto ini aku ambil dari page 絵画調フォトギャラリー di facebook.






Akhir kata, aku minta doa dari para pembaca supaya aku bisa selamat di perjalanan dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama aku sedang berada di Negeri Matahari Terbit ya. Jaa, matane~ (^_^)/

Selasa, 29 November 2016

Review: Wardah EyeXpert Perfect Curl Mascara

Halo semua~ Aku kembali lagi dengan review baru, kali ini datang dari brand lokal yang sudah tak diragukan lagi ketenarannya, yaitu Wardah! Wardah EyeXpert Perfect Curl Mascara ini sebenarnya sudah aku miliki dan gunakan sejak beberapa bulan yang lalu, tapi baru sempat aku review sekarang ^^;
Sebelumnya aku pernah dikasih mascara ini dari temanku pas jaman kuliah, karena suka dengan hasilnya maka aku pun repurchase maskara ini. Ada cukup banyak hal yang aku suka dari produk ini, tapi ada minusnya juga sih. Scroll terus untuk review lebih lengkapnya ya~ 😊


Kita mulai dari packaging. Tampilan luarnya berwarna silver dengan sisi yang sedikit melengkung. Terlihat simpel dan tidak terlalu banyak aksen. Untuk ukuran maskara, dengan ukurannya yang segitu, agak sedikit menuh-menuhin make up pouch sih kalau dibawa traveling. Aku berharap packaging-nya lebih slim lagi, haha. Maskara ini dilengkapi dengan plastik pelindung saat kita membelinya, jadi terjamin belum dibuka-buka sama orang lain ya. 😊



Di bagian belakangnya tertera keterangan ingredients, netto (7 gram), warning, dan PT yang memproduksi maskara ini. Ada logo Halalnya juga lho. Jadi bagi yang muslimah tentu saja tidak perlu ragu menggunakan maskara ini ya. ^^

Klaim dari maskara ini adalah: “Dapatkan bulu mata lebih tebal, panjang, dan lentik hingga 24 jam. Maskara yang diformulasi khusus dengan Curl Lock Powder, Breathable Formula, Argan Oil dan Vitamin E.”
Hmm, adakah para ladies di sini yang memakai maskara hingga 24 jam? Sepertinya sih jarang-jarang ya, kecuali kalo lagi males ngebersihin maskara sebelum tidur ^^; *kebiasaan buruk yang kadang tak bisa kuhindari karena terlalu mager* #plak #janganditiru



Panjang wand maskara ini normal, nggak terlalu panjang juga nggak terlalu pendek. Pas sih menurutku. Brush-nya tebal, berbentuk sedikit melengkung dengan bagian yang mengecil di ujungnya. Bagian ujung yang kecil itu cukup memudahkanku untuk menjangkau sudut luar bulu mataku :)
Formula maskara ini cukup kental tapi nggak sampai yang super-kental-bikin-clumpy gitu. Bisa dilihat hasilnya di foto di bawah ini ^^


Foto pertama bare eyelashes, foto kedua dan ketiga menggunakan Wardah EyeXpert Perfect Curl Mascara setelah dilentikkan dengan eyelash curler, dan foto terakhir saat aku menambahkan eyeliner. Cukup terlihat ya perbedaannya. Bulu mata yang sudah dilentikkan dan diaplikasikan maskara membuat mataku terlihat lebih “awake” (bahasa kerennya “melek”, lol). Semakin terlihat melek ketika aku juga menggunakan eyeliner.

Hasil penggunaannya kelihatan berbeda jika sebelumnya kita tidak melentikkan bulu mata menggunakan eyelasher curler, jadi jika kamu ingin penampilan yang lebih natural, tidak perlu menggunakan curler, tapi jika ingin penampilan yang lebih dramatis dan cetar membahana, eyelashes curler is a must!

Kalau aku cuma mau ke kantor atau ke tempat biasa, biasanya aku nggak repot-repot pakai eyelashes curler, baru deh kalau mau kondangan atau acara khusus pakai itu. Soalnya selain untuk menghemat waktu dendong, terlalu sering pakai eyelashes curler/pelentik bulu mata bisa bikin bulu mataku gampang rontok 😐

Baca juga: Maybelline Hyper Curl Volum Express Mascara

Untuk membersihkannya, kita butuh eye make up remover yang bisa membersihkan make up waterproof. Biasanya sih aku pakai Pixy Eye and Lip Make Up Remover. Hanya saja, maskara ini adalah tipe maskara yang bleber saat sedang dibersihkan, bukan tipe yang menyerpih gitu. Jadi siap-siap aja menghadapi kebleberan itu ya XD

Satu hal yang aku kurang suka dari maskara Wardah ini ya tentang kebleberannya. Kalau cuma kena air, keringat atau oil di wajah sih ga masalah, hanya saja bagian mataku selalu cemong gitu kalau lagi ngebersihin maskara ini. Kadang saat aku ngerasa ngebersihinnya udah maksimal pun, besok paginya saat bangun masih ada sisa-sisa maskara yang menempel di bawah mataku, sukses bikin aku jadi kayak panda X’D

Oke, jadi kesimpulannya adalah:
(+) Efek melentikkan dan menebalkannya cukup kelihatan
(+) Waterproof dan long lasting
(+) Harganya cukup terjangkau (sekitar IDR 60 – 70k)
(+) Aplikatornya membuat penggunaannya terasa lebih mudah
(+) Halal

(-) Bleber saat sedang dibersihkan
(-) Masih suka ada sisa-sisa maskara di bawah mata pada keesokan harinya
(-) Packaging-nya sedikit gendut dan kurang travel friendly
Rate: 4/5
Repurchase? Maybe

Reccomended? Yes, jika kalian menginginkan maskara yang melentikkan dan menebalkan juga waterproof.

Adakah dari pretty ladies di sini yang pernah menggunakan maskara ini? Share pendapatmu di komentar ya~ 😊

Jangan lupa follow blog-ku dan like facebook page-nya~ ^^
See you!
***

Selasa, 08 November 2016

Review LT Pro Long Lasting Matte Lip Cream

Assalamu’alaikum semuanya~
Long time no see! Lebih dari 3 bulan nggak update-update. Semoga semuanya masih mengingat eksistensi blog ini ya. Memang aku akui blog ini tuh penuh dosyah, update-nya masih simpang siur, belum konsisten (TT_TT) Selain karena kesibukan, aku juga vakum ngeblog karena netbook-ku keyboard-nya rusak, baru sekarang ngetik lagi pakai laptop baru, ehe. *pamer dikit(?)* Semoga ke depannya bisa lebih konsisten lagi, amiin.

Kali ini aku mau review salah satu lip cream lokal yang kualitasnya nggak diragukan lagi, yaitu LT Pro Long Lasting Matte Lip Cream. LT Pro ini adalah line profesionalnya La Tulipe. Jadi dari segi harga dan kualitas tentunya lebih high-level ya :D


Kemasan dari lip cream ini berbentuk tabung persegi panjang, sedikit berbeda dengan lip cream lain yang biasanya berbentuk silinder. Tutupnya berwarna silver dan tabungnya transparan, jadi kita bisa langsung melihat warna lip cream-nya. Aku suka sih kemasannya. Terlihat sleek, mudah digenggam, dan nggak terlalu bulky. ^^




Ingredients-nya dicetak di plastik pembungkusnya. Tertera juga nomer batch, exp. date, dan nomer POM produk. Aku nggak bisa komentar banyak soal ingredients-nya sih. Yang jelas kalau udah ada nomer POM-nya ya insya Allah aman ya, sistaaa :D


Warna yang aku punya ini warna nomer 05. Warna pink dengan warm undertone. Menurutku warna ini wearable banget untuk segala occassion, dan bisa sesuai dengan berbagai warna kulit. Aku milih warna ini karena aman untuk pemakaian sehari-hari :D

Wangi: aroma dari lip cream ini seperti wangi vanilla cake, manis gitu. Nggak nyegrak juga wanginya, jadi aman. Aku sih suka banget sama tipe-tipe wangi soft manis begini :D
Tekstur & formula: lip cream ini creamy banget! Formulanya yang creamy bikin lip cream ini mudah diratakan di bibir. Dan juga tidak butuh mencelupkan aplikatornya berkali-kali, cukup sekali sudah cukup untuk menutupi seluruh permukaan bibir kita.
Finishing: tidak butuh waktu lama bagi lip cream ini untuk berubah menjadi matte, dan matte-nya benar-benar matte yang kering dan nggak transfer kemana-mana. Yang asiknya adalah nggak ada rasa lengket atau rasa bibir “ketarik” saat lipstik ini dalam proses menjadi matte. Asik asik aja. Bahkan setelah mengering rasanya bibir berasa nggak pake apa-apa.

Staying power: awesome! Benar-benar long lasting bahkan saat dipakai minum dan makan. Hanya saja kalau makan makanan berkadar minyak tinggi ya pasti pudar juga sih. Wajar lah ya. Malah serem kalau nggak pudar-pudar, ntar susah dibersihkan ^^;
Harga: aku beli ini di toko kosmetik kecil di kotaku, harganya sekitar IDR 86k. Di tempat lain bisa berbeda harganya ya, tapi seharusnya sih nggak sampai IDR 100k. Menurutku dengan kualitasnya yang sebagus ini, harga segitu tuh sepadan dan worth it.


Kesimpulan:
+ Packaging sleek
+ Finishing matte total, namun tidak membuat bibir kering
+ Super pigmented
+ Long lasting
+ Wanginya enak
+ Aplikatornya juga enak dipakai
+ Harganya masih terjangkau (di bawah 100k)
+ Pilihan warnanya cukup variatif (red, pink, nude semuanya ada)
Minus? Aku rasa nggak ada. Lip cream ini layak dicoba banget untuk kalian yang menggemari lipstik matte. J
Rate: 4.5/5
Reccomended? Ya!
Repurchase? Hmm, masih belom tau. Pengen ngeksplor lipen-lipen lain, mwahaha
Oke, segitu dulu review-ku kali ini. Semoga membantu, ladies! 
Jangan lupa follow blog-ku dan like facebook page-nya yaa~ ^^
See you!
***

Jumat, 01 Juli 2016

Review Herborist Lulur Bali (Milk + Extra Scrub)

Halo, semuanya.
Langsung aja ya, kali ini aku mau nge-review salah satu lulur favoritku :D
Aku beli ini karena Sherly pernah bilang kalau dia suka lulur ini. Ditambah lagi pas aku beli ini dapet bonus mangkok juga, lumayan mangkoknya buat dipake wadah masker XD

Ini bukan produk Herborist pertama yang aku cobain. Sebelumnya aku pernah nyobain minyak angin roll on, minyak zaitun, sama sabun sirihnya juga. Aku suka produk-produknya Herborist karena manfaatnya kerasa dan harganya terjangkau :D (ini bukan sponsored post yaa). Untuk lulurnya sengaja aku pilih varian yang ada extra scrubnya, soalnya biar lebih greget(?) aja gitu, dan biar sel-sel kulit matinya lebih gampang terangkat. Langsung aja yuk lihat penampakannya ^^


Packagingnya menurutku cukup eye catching :D
Tradisional namun tetap modern. *halah*


Klaim: Lulur tradisional Bali dengan scrub yang lebih banyak, lebih maksimal mengangkat sel kulit mati. Diperkaya dengan whitening dan susu yang dapat melembabkan, melembutkan, membuat kulit tampak lebih cerah.
Cara pakai: Balurkan merata pada seluruh badan dalam kondisi kering, pijat dengan lembut lalu bilas tanpa perlu menggunakan sabun.


Ingredients-nya ditulis di atas yaa. Kalau ada yang merasa kurang cocok sama salah satu ingredients-nya, bisa dijadikan pertimbangan. Tapi alhamdulillah aku sih ngerasa cocok-cocok aja :D
Netto-nya 100 gram. Di aku ini lumayan sih buat dipakai luluran 7-8 kali, mungkin lebih. Berhubung teksturnya padat dan aku pakainya dalam keadaan badan lagi kering, jadi sekali luluran butuh nge-scoop lumayan banyak. Harganya cuma IDR 13k+. Ekonomis banget kaaaan?

Ini contoh pemakaiannya di punggung tanganku.



Butiran scrub lulur ini lumayan gede ya. Buat yang kulitnya sensitif dan gampang perih mungkin bisa coba varian yang biasa, bukan extra scrub. Kalau aku pribadi sih suka, soalnya terbukti bisa mengangkat sel-sel kulit mati. Jadi bagian tubuhku yang *uhuk* rawan item itu langsung terangkat item-itemnya dan berubah jadi putih. Yah, walau pas awal-awal keliatan memerah gitu sih, tapi yang penting kan lapisan gelapnya terangkat =))

Untuk teksturnya sendiri, jauh lebih padat daripada lulur lain yang pernah aku cobain, seperti lulur Purbasari atau lulur Shinzui. Wanginya sih aku rasa 11-12 sama lulur susu Purbasari ya, cuma lebih soft aja. Aku sih nggak bermasalah sama wanginya. Lumayan seger kok. ^^

Dan di bawah ini foto before afternya.


Did you see? Kulitku jadi kelihatan lebih cerah loh. Memang sih pencahayaannya sedikit berbeda, tapi di aslinya juga kulitku kelihatan lebih cerah dan nggak kusam lagi. Jadi lebih lembut dan halus juga. Pokoknya suka deh sama hasilnya. :*

Kesimpulannya:
Likes
+ Super duper affordable
+ Efek mencerahkannya kerasa
+ Kulit jadi terasa halus dan bersih
+ Wanginya enak
+ Mudah didapat di toko-toko atau swalayan
+ Dapet bonus mangkok

Dislikes
- Umm ... Nothing? XD Cuma kalau yang nggak suka sama lulur yang diaplikasikan dalam keadaan kering dan nggak suka sama scrub yang gede-gede mungkin akan kurang suka sama produk ini sih

Repurchase? Yes
Reccommended? Yes
Rate: 4.5/5 (Wow!)

Buat yang penasaran sama mangkoknya, ini aku sertakan fotonya :D


Tertarik pakai? Atau sudah pernah nyobain lulur ini juga? Share komentar kalian di bawah ya ^^
See you~